{"id":922,"date":"2025-08-12T07:04:40","date_gmt":"2025-08-12T00:04:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/?p=922"},"modified":"2025-08-12T07:04:41","modified_gmt":"2025-08-12T00:04:41","slug":"apa-itu-pph-26","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/apa-itu-pph-26\/","title":{"rendered":"Apa Itu PPh 26"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/\">Pro visioner<\/a> &#8211; Apa Itu PPh 26 &#8211; Jadi gini, lu pasti udah nggak asing lagi kan sama yang namanya pajak penghasilan (PPh) Pasal 26? Kalo lu ngerasa masih bingung, gak masalah. Gue bakal jelasin dengan cara yang lebih santai, tapi tetep jelas dan mudah dicerna. PPh 26 ini penting banget buat para pelaku usaha, terutama yang udah nyebrang ke transaksi internasional atau yang berurusan sama orang luar negeri. PPh Pasal 26 ini, bro, berhubungan langsung sama pajak yang dikenakan ke penghasilan yang diterima sama orang atau badan yang ada di luar Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oke, biar nggak kebanyakan bahasa formal, yuk kita kupas tuntas soal PPh 26 ini, siapa tahu bisa jadi insight baru buat bisnis lu. Langsung aja simak penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu PPh 26? Kenapa Penting Banget?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPh Pasal 26 tuh semacam pajak yang dipotong langsung oleh pihak yang ngasih penghasilan. Biasanya sih yang bayar ini perusahaan atau badan usaha di Indonesia ke orang atau badan yang ada di luar negeri. Nah, yang perlu dipahami, ini bukan cuma soal wajib pajak yang domisili di luar negeri, tapi juga terkait banget sama transaksi internasional yang bisa ngerubah cara bisnis kita, apalagi kalo lo punya usaha yang banyak urusan sama negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Coba bayangin, lo punya usaha yang ngelakuin kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Misalnya, lo bayar royalti, bunga, atau dividen ke mereka. Nah, PPh 26 bakal masuk di sini buat memastikan bahwa negara Indonesia nggak ketinggalan dalam bagian pajaknya. Di sinilah pentingnya ngerti soal PPh 26, biar nggak kena sanksi yang bisa bikin rugi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Objek Pajak PPh Pasal 26: Apa Saja yang Kena Pajak?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ada beberapa jenis penghasilan yang masuk kategori objek pajak PPh Pasal 26. Kalo lo bisnis internasional, coba perhatiin baik-baik, karena ini yang bakal jadi acuan lo:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Dividen<\/strong><br>Jadi ceritanya, dividen ini adalah bagian dari keuntungan yang dibagi dari perusahaan ke pemegang saham. Nah, kalo yang nerima dividen itu orang atau perusahaan luar negeri, otomatis kena PPh 26. Biasanya sih, ini berhubungan sama perusahaan yang beroperasi di Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bunga, Premium, dan Diskonto<\/strong><br>Kalo lo pernah beli obligasi atau investasi yang bentuknya bunga, pasti lo bakal ngerti. Nah, PPh 26 juga ngatur pajak yang dikenakan atas bunga yang dibayarkan kepada WPLN. Termasuk juga premium dan diskonto yang terjadi kalo surat obligasi dijual di atas atau di bawah nilai nominal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Royalti<\/strong><br>Misalnya, lo lagi pake hak cipta atau paten dari luar negeri, itu juga masuk objek PPh Pasal 26. Royalti yang dibayar untuk penggunaan hak intelektual juga kena pajak ini, bro.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sewa Harta<\/strong><br>Pernah nggak sih lo sewa barang atau alat berat dari perusahaan luar negeri? Nah, kalo itu yang terjadi, penghasilan yang diterima oleh WPLN atas persewaan harta juga kena pajak ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Imbalan Jasa dan Kegiatan<\/strong><br>Gaji tenaga kerja asing atau pembayaran atas jasa konsultan luar negeri? Semua itu kena potongan PPh Pasal 26. Jadi buat lo yang punya kerjasama sama tenaga kerja asing atau profesional luar negeri, ini harus jadi perhatian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hadiah dan Penghargaan<\/strong><br>Hadiah atau penghargaan yang lo kasih ke orang luar negeri, misalnya hadiah undian atau prestasi tertentu, juga masuk dalam kategori objek pajak ini. Jadi jangan asal bagi-bagi hadiah, kudu dipotong pajak juga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keuntungan Pembebasan Utang<\/strong><br>Lo bebas utang sama luar negeri? Keuntungan dari pembebasan utang itu juga dianggap sebagai penghasilan dan kena PPh Pasal 26. Nggak bisa lolos gitu aja, coy.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjualan Harta<\/strong><br>Yang satu ini menarik. Kalo lo jual saham, perhiasan mewah, mobil, atau bahkan kapal pesiar ke WPLN, itu juga kena PPh Pasal 26. Jadi, jangan kaget kalau transaksi harta berharga ke luar negeri ada potongan pajaknya juga.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">baca juga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/kenapa-perusahaan-di-jakarta-semakin-membutuhkan-konsultan-pajak-di-era-regulasi-ketat\/\">Kenapa Perusahaan di Jakarta Semakin Membutuhkan Konsultan Pajak di Era Regulasi Ketat<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/pajak-properti-di-jakarta-2026\/\">Pajak Properti di Jakarta 2026<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/optimalisasi-pajak-untuk-bisnis-di-jakarta-pasca-pelaporan-spt\/\">Optimalisasi Pajak untuk Bisnis di Jakarta Pasca Pelaporan SPT<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/sengketa-pajak-kapan-harus-menggunakan-konsultan-pajak\/\">Sengketa Pajak: Kapan Harus Menggunakan Konsultan Pajak?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/restitusi-pajak-proses-syarat-dan-risiko\/\">Restitusi Pajak: Proses, Syarat, dan Risiko<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tarif PPh Pasal 26: Gimana Perhitungannya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, setelah tau objek pajaknya, saatnya kita bahas berapa sih tarif yang dikenakan? Kalo <a href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/cara-setor-pajak-sewa-bangunan-tanah-di-coretax-djp-terbaru\/\">menurut aturan<\/a>, tarif PPh Pasal 26 ini beda-beda, tergantung jenis penghasilan yang diterima dan apakah ada perjanjian pajak dengan negara domisili WPLN. Yang jelas sih, ada beberapa tarif standar yang sering kita temuin:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>20% dari penghasilan bruto:<\/strong> Ini sih yang paling sering. Kalo lo bayar dividen, royalti, bunga, atau jasa ke orang luar negeri, pajaknya 20% dari total penghasilan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>5% dari harga jual:<\/strong> Kalo lo jual saham atau harta lainnya ke WPLN, pajaknya cuma 5% dari harga jualnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tarif berdasarkan Tax Treaty:<\/strong> Nah, kalo WPLN berasal dari negara yang punya tax treaty sama Indonesia, tarif pajaknya bisa lebih rendah dari 20%. Ini berlaku asal lo punya Surat Keterangan Domisili (SKD).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Perhitungan PPh Pasal 26: Gimana Cara Menghitungnya?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, PT XYZ di Indonesia bayar royalti sebesar Rp100 juta ke seorang pengusaha di Singapura. Sayangnya, dia nggak bisa ngasih SKD, jadi tax treaty nggak berlaku. Nah, karena nggak ada tax treaty, PT XYZ harus potong pajak 20% dari jumlah royalti yang dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>PPh Pasal 26 = 20% x Rp100.000.000<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>PPh Pasal 26 = Rp20.000.000<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, PT XYZ mesti bayar pajak sebesar Rp20 juta ke pemerintah Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan: PPh Pasal 26 Itu Penting, Bro!<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat lo yang masih ngerasa PPh 26 itu ribet, coba deh baca lagi. Ini nggak cuma masalah pajak, tapi soal kewajiban lo sebagai wajib pajak. Biar nggak ada masalah ke depannya, lo harus paham benar tentang pajak yang dikenakan ke transaksi internasional. Dan ya, dengan ngerti aturan PPh Pasal 26, lo bisa lebih siap menghadapi kewajiban pajak secara efisien. Jangan sampai malah kena sanksi gara-gara lupa atau nggak ngerti aturan mainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buat lo yang masih bingung, bisa banget konsultasi ke konsultan pajak yang udah berpengalaman. Ada banyak kok yang siap bantu lo ngurusin pajak dengan baik dan benar, termasuk PPh Pasal 26 ini. Jangan sampe ketinggalan, bro.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pro visioner &#8211; Apa Itu PPh 26 &#8211; Jadi gini, lu pasti udah nggak asing lagi kan sama yang namanya pajak penghasilan (PPh) Pasal 26? Kalo lu ngerasa masih bingung, gak masalah. Gue bakal jelasin dengan cara yang lebih santai, tapi tetep jelas dan mudah dicerna. PPh 26 ini penting banget buat para pelaku usaha, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-922","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pajak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":923,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/922\/revisions\/923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}