{"id":752,"date":"2025-04-11T07:47:24","date_gmt":"2025-04-11T00:47:24","guid":{"rendered":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/?p=752"},"modified":"2025-04-11T07:47:25","modified_gmt":"2025-04-11T00:47:25","slug":"penghasilan-tidak-kena-pajak-ptkp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/penghasilan-tidak-kena-pajak-ptkp\/","title":{"rendered":"Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\">Konsultan Pajak Jakarta<\/a> &#8211;  Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) \u201cEh, gaji gue di bawah 5 juta sebulan. Jadi gue gak usah bayar pajak kan?\u201d tanya Vira ke Deni, temennya yang lagi duduk ngopi santai di coworking space.<\/p>\n\n\n\n<p>Deni ngangkat alis. \u201cLoh, itu sih harus dicek dulu. Lo udah tahu soal PTKP belum?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPTKP? Kayak nama grup boyband Korea ya,\u201d celetuk Vira sambil ngunyah roti bakar. Deni ketawa. \u201cBukan, woy. PTKP itu singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak. Itu tuh dasar hitungan apakah penghasilan lo kena pajak atau enggak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOoo\u2026 Jadi maksudnya kalau gaji gue masih di bawah batas itu, gue aman?\u201d tanya Vira sambil buka kalkulator di HP-nya. \u201cBerapa sih batasnya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau ngikutin aturan terakhir dari Kemenkeu dan Ditjen Pajak, batas PTKP itu Rp54 juta per tahun. Artinya, Rp4,5 juta per bulan,\u201d jelas Deni. \u201cKalau gaji lo pas-pasan segitu atau malah di bawahnya, ya lo gak kena PPh 21.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira langsung ngangguk-ngangguk. \u201cOh jadi itu alasannya kantor gue gak potong pajak dari gaji. Tapi kalo penghasilan gue naik, misalnya jadi lima setengah juta sebulan, itu udah kena ya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYup. Tapi yang dikenain pajak cuma selisihnya, alias penghasilan kena pajaknya aja,\u201d Deni nyeruput kopi. \u201cKan hitungan pajak itu dimulai dari penghasilan bruto, dikurangin biaya-biaya dan potongan, baru masuk ke penghasilan neto. Nah dari neto itu dikurangin PTKP, baru deh sisanya jadi dasar hitungan pajak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira nyatet di HP-nya, \u201cBruto \u2013 biaya = neto. Neto \u2013 PTKP = PKP. PKP x tarif = pajak. Got it.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Deni kasih jempol. \u201cLo paham. Banyak orang tuh suka bingung pas lapor SPT, karena mereka kira semua penghasilan kena pajak. Padahal enggak juga. Ada bagian yang dibebaskan, yaitu PTKP ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira manggut-manggut, \u201cTapi Deni, ini PTKP cuma buat orang pribadi kan? Bukan buat usaha?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya, ini buat Wajib Pajak Orang Pribadi,\u201d jawab Deni. \u201cBiasanya dipakai buat ngitung PPh 21, terutama kalau lo karyawan. Kalau lo pengusaha atau freelancer, ya tetap bisa pakai PTKP juga buat ngurangin penghasilan kena pajak lo. Tapi tentu penghitungan PPh-nya beda jalur.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira mikir sejenak. \u201cKalo gue punya tanggungan, misalnya gue udah nikah atau punya anak, PTKP-nya naik gak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNaik dong. PTKP itu bisa nambah tergantung status lo,\u201d jawab Deni sambil buka catatan. \u201cMisalnya gini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buat WP orang pribadi: Rp54 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahan untuk WP yang kawin: Rp4,5 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Tambahan untuk setiap tanggungan maksimal 3 orang (anak atau keluarga sedarah): Rp4,5 juta per orang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi kalau lo nikah dan punya dua anak, PTKP lo bisa sampai Rp67,5 juta per tahun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira langsung buka kalkulator. \u201cBerarti kalau penghasilan gue 70 juta setahun, yang dikenain pajak cuma 2,5 juta?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cExactly. Dan 2,5 juta itu bakal dikenain tarif progresif PPh sesuai lapisan tarifnya,\u201d jelas Deni. \u201cYang 0\u201360 juta kena 5%, yang 60\u2013250 juta kena 15%, dan seterusnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGila. Ternyata detail juga ya. Gue kira <a href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/pajak-cv-tanpa-ribet\/\">pajak<\/a> itu tinggal setor doang,\u201d Vira ngakak. \u201cBerarti walaupun penghasilan gue belum kena pajak, gue tetap harus lapor SPT ya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYess. Semua wajib pajak harus lapor, kecuali udah dapet status Non-Efektif dari DJP. Jadi walaupun lo gak bayar pajak, tetap wajib lapor. Ini bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira tiba-tiba diem, lalu buka browser. \u201cEh, terus gue lapor SPT-nya dari mana?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>baca juga<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/kenapa-perusahaan-di-jakarta-semakin-membutuhkan-konsultan-pajak-di-era-regulasi-ketat\/\">Kenapa Perusahaan di Jakarta Semakin Membutuhkan Konsultan Pajak di Era Regulasi Ketat<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/pajak-properti-di-jakarta-2026\/\">Pajak Properti di Jakarta 2026<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/optimalisasi-pajak-untuk-bisnis-di-jakarta-pasca-pelaporan-spt\/\">Optimalisasi Pajak untuk Bisnis di Jakarta Pasca Pelaporan SPT<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/sengketa-pajak-kapan-harus-menggunakan-konsultan-pajak\/\">Sengketa Pajak: Kapan Harus Menggunakan Konsultan Pajak?<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/restitusi-pajak-proses-syarat-dan-risiko\/\">Restitusi Pajak: Proses, Syarat, dan Risiko<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPake DJP Online aja. Lo tinggal login, isi formulir SPT 1770 SS kalau penghasilan cuma dari satu pemberi kerja. Tinggal input penghasilan, potongan, dan jumlah pajak terutang. Kalau gak ada pajak, ya tinggal klik lapor, selesai,\u201d jawab Deni santai.<\/p>\n\n\n\n<p>Vira lega. \u201cBerarti kalau gaji gue di bawah 4,5 juta per bulan, gue bener-bener gak ada pajaknya sama sekali?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYup, lo gak kena PPh 21. Tapi inget, kalau tahun depan gaji lo naik atau lo dapet penghasilan tambahan, kayak freelance atau jualan online, itu bisa nambah PKP lo,\u201d Deni mengingatkan. \u201cDan lo harus laporin semua sumber penghasilan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke noted! Jadi intinya PTKP itu kayak batas aman ya. Kalau di bawah batas itu, aman dari pajak. Tapi tetep wajib lapor SPT biar gak dikejar-kejar DJP.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cExactly,\u201d kata Deni sambil angkat gelas kopi. \u201cWelcome to adulthood, Vir. Pajak itu gak serumit yang lo kira, asal lo ngerti konsep dasarnya. Dan PTKP ini salah satu kuncinya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Vira senyum lebar. \u201cThanks banget Den, sekarang gue jadi lebih melek pajak. Gak asal ikut-ikutan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu juga kayak Vira yang sempat bingung soal PTKP, sekarang udah gak perlu khawatir. Pahami hak dan kewajiban pajak kamu, dan jangan lupa lapor SPT Tahunan sebelum deadline. Karena ngerti pajak, tandanya kamu udah upgrade jadi warga negara yang lebih melek finansial!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsultan Pajak Jakarta &#8211; Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) \u201cEh, gaji gue di bawah 5 juta sebulan. Jadi gue gak usah bayar pajak kan?\u201d tanya Vira ke Deni, temennya yang lagi duduk ngopi santai di coworking space. Deni ngangkat alis. \u201cLoh, itu sih harus dicek dulu. Lo udah tahu soal PTKP belum?\u201d \u201cPTKP? Kayak nama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-752","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pajak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=752"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/752\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":753,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/752\/revisions\/753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pro-visioner.com\/pvk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}